Larutan elektrolit adalah larutan yang dapat menghantarkan listrik karena mengandung ion-ion bebas yang bergerak. Ketika suatu zat elektrolit dilarutkan dalam air, zat tersebut terdisosiasi menjadi ion positif (kation) dan ion negatif (anion). Pergerakan ion ini memungkinkan arus listrik mengalir.
Contoh sederhana:
Ketika garam dapur (NaCl) dilarutkan dalam air, ia terurai menjadi Na⁺ dan Cl⁻. Ion-ion inilah yang membawa arus listrik.
Suatu larutan bisa menghantarkan listrik jika memenuhi dua syarat:
Mengandung ion
Semakin banyak ion → semakin besar konduktivitas listrik.
Ion dapat bergerak bebas
Air berperan sebagai pelarut yang memisahkan ion sehingga ion bisa bergerak.
Arus listrik dalam larutan bukan dihantarkan oleh elektron, tetapi oleh ion:
Kation bergerak ke katoda (kutub negatif)
Anion bergerak ke anoda (kutub positif)
Larutan elektrolit dibagi menjadi dua berdasarkan kekuatan ionisasinya:
Elektrolit yang mengion sempurna dalam air, sehingga semua molekulnya terurai menjadi ion. Konduktivitasnya sangat tinggi.
Ciri-ciri:
Terionisasi 100%
Lampu pada uji elektrolit menyala terang
Banyak gelembung gas terbentuk
Contoh elektrolit kuat:
Garam: NaCl, KBr, CaCl₂
Asam kuat: HCl, HNO₃, H₂SO₄
Basa kuat: NaOH, KOH, Ba(OH)₂
Elektrolit yang hanya mengion sebagian dalam air sehingga ion yang terbentuk sedikit. Konduktivitas listriknya lemah.
Ciri-ciri:
Terionisasi sebagian (1–10%)
Lampu menyala redup atau berkelip
Gelembung gas sedikit
Contoh elektrolit lemah:
Asam lemah: CH₃COOH (asam asetat), H₂CO₃
Basa lemah: NH₄OH
Beberapa zat organik yang terion sebagian