Larutan non-elektrolit adalah larutan yang tidak menghantarkan arus listrik karena zat terlarutnya tidak terionisasi ketika dilarutkan dalam pelarut, khususnya air. Menurut Chang & Goldsby (2016), suatu zat diklasifikasikan sebagai non-elektrolit apabila molekul-molekulnya tetap utuh dalam larutan dan tidak menghasilkan ion bebas yang dapat bergerak membawa muatan. Hal ini berbeda dengan elektrolit yang terurai menjadi ion sehingga mampu menghantarkan listrik.
Menurut Zumdahl & DeCoste (2017), sifat utama non-elektrolit adalah bahwa ikatan kovalen pada molekulnya tidak pecah menjadi ion ketika bereaksi dengan air. Air hanya bertindak sebagai pelarut yang memisahkan molekul melalui gaya tarik antarmolekul, bukan memutus ikatan kimia. Karena tidak terbentuk ion, maka hambatan listrik dalam larutan sangat besar dan konduktivitasnya mendekati nol.
Chang (2010) menegaskan bahwa zat non-elektrolit umumnya merupakan senyawa kovalen netral, seperti gula, urea, alkohol, dan sebagian besar senyawa organik sederhana. Ketika zat-zat ini dilarutkan, seluruh molekul hanya tersebar merata dalam pelarut tanpa menghasilkan partikel bermuatan. Interaksi yang terjadi hanya berupa gaya antarmolekul seperti ikatan hidrogen atau gaya dipol, bukan ionisasi.
Selain itu, Raymond Chang (2014) juga menjelaskan bahwa sifat non-elektrolit dapat dipahami dari teori ikatan kimia: molekul kovalen memiliki pasangan elektron yang digunakan bersama, sehingga untuk memutuskannya menjadi ion diperlukan energi besar. Energi ini tidak disediakan oleh proses pelarutan biasa, sehingga ionisasi tidak terjadi.
Contoh zat non-elektrolit menurut literatur adalah:
Glukosa (C₆H₁₂O₆)
Sukrosa (C₁₂H₂₂O₁₁)
Etanol (C₂H₅OH)
Metanol (CH₃OH)
Urea (CO(NH₂)₂)
Gliserol (C₃H₈O₃)
Dalam larutan, molekul-molekul tersebut hanya terdispersi secara homogen dan larutan tetap bersifat netral secara listrik. Tidak adanya ion ini menyebabkan larutan non-elektrolit menunjukkan perilaku khas pada sifat koligatif, seperti penurunan titik beku dan kenaikan titik didih, yang perhitungannya hanya bergantung pada jumlah partikel molekul, bukan pada ion.